Dr. Dewi Turgarini Ketua Program Studi Manajemen Industri Katering menjadi narasumber pada kegiatan Symposium on Ethno Heritage Tourism (Bandung Inherit 2021) yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota pada 1 November 2021 pada pukul 08:00 WIB.
Kegiatan ini untuk memulihkan sektor pariwisata pada 2021 melalui Quality Tourism yang sejalan dengan storynomics, Bandung memiliki kesempatan besar untuk menyebarluaskan keragaman heritage yang dimilikinya serta tingginya nilai dari beragam heritage tersebut kepada masyarakat. Heritage di Bandung Raya memiliki keragaman yang luar biasa. Mulai dari fenomena-fenomena geologi di Cekungan Bandung, bangunan-bangunan tua sampai artefak-artefak di museum yang sangat langka di dunia. Bahkan juga industri perkebunan, batik, wayang serta gastronomy. Berbagai heritage ini sesuai kategori dari Unesco dapat dikategorikan ke dalam Natural Heritage (Warisan Alam) dan Cultural Heritage (Warisan Budaya).
Bandung sudah mempunyai World Heritage (Warisan Dunia) yang dianugerahkan oleh Unesco. Diantaranya adalah angklung dan wayang sebagai Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya Tak Benda), dan bahkan arsip-arsip Konferensi Asia Afrika sebagai Memory of the World (Ingatan Dunia). Predikat ini dianugerahkan Unesco karena tingginya nilai-nilai sejarah, ilmu pengetahuan, seni dan budaya yang dikandungnya bagi umat manusia. Nilai-nilai inilah yang perlu disebarluaskan agar bermanfaat bagi kita semua sebagai pewarisnya.
Melalui Bandung International Symposium & Excursions on Heritage & Tourism 2021 (Bandung Inherit 2021), nilai-nilai yang sangat tinggi dari heritage yang ada di Bandung ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Pada event yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Bandung dipaparkan eksistensi wisata gastronomi di Kota Bandung sejak tahun 2014, serta dipaparkan pula rencana dan program pembuatan pola perjalanan dan paket wisata gastronomi berkolaborasi bersama para stakeholder seperti Himpunan Pramuwisata DPC Kota Bandung dan juga UMKM dan para tokoh pelestari makanan tradisional dan lokal di kota Bandung.
