PEMBANGUNAN KOTA YOGYAKARTA SEBAGAI KOTA PUSAKA GASTRONOMI DI INDONESIA

PEMBANGUNAN KOTA YOGYAKARTA SEBAGAI KOTA PUSAKA GASTRONOMI DI INDONESIA

PEMBANGUNAN KOTA YOGYAKARTA SEBAGAI KOTA PUSAKA GASTRONOMI DI INDONESIA

No Comments on PEMBANGUNAN KOTA YOGYAKARTA SEBAGAI KOTA PUSAKA GASTRONOMI DI INDONESIA

 Yogyakarta adalah kota yang memiliki magnet bagi kunjungan dari wisatawan lokal dan mancanegara. Seiring dengan pengembangan pembangunan kota yang memiliki beragam aspek yang patut dikaji agar kota ini dapat bertahan dengan kelangsungannya pusakanya.  Oleh karena itu maka Dinas Pekerjaan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta dan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Focus Group Disccussion dengan tajuk “Rencana Induk Pelestarian Kota Pusaka Jogja Lintas Kota dan Kabupaten”, di University Club UGM pada 23 Agustus 2013.

Penulis menyampaikan tentang salah satu aspek yang dapat dikembangkan adalah dari pusaka gastronomi kota ini.  Penulis menyampaikan tentang pemahaman secara menyeluruh tentang gastronomi atau tata boga adalah seni, atau ilmu akan makanan yang baik (good eating). Penjelasan yang lebih singkat menyebutkan gastronomi sebagai segala sesutu yang berhubungan dengan kenikmatan dari makan dan minuman. Sumber lain menyebutkan gastronomi sebagai studi mengenai hubungan antara budaya dan makanan, di mana gastronomi mempelajari berbagai komponen budaya dengan makanan sebagai pusatnya (seni kuliner). Hubungan budaya dan gastronomi terbentuk karena gastronomi adalah produk budidaya pada kegiatan pertanian sehingga pengejawantahan warnaaroma, dan rasa dari suatu makanan dapat ditelusuri asal-usulnya dari lingkungan tempat bahan bakunya dihasilkan.

Penulis berupaya memberikan urun pemikiran tentang pengembangan Kota Yogyakarta berdasarkan pusaka gastronominya. Disampaikan dengan adanya kondisi secara nasional saat ini memang  ada kekhawatiran secara nasional bahwa gastronomi pusaka nusantara yang semakin ditinggalkan bangsa kita sendiri.  Belum lagi realitasnya makanan nusantara yang kurang memiliki daya saing dengan makanan negara lain.  Saat ini pun terdapat trend semakin selektifnya konsumen dalam memilih makanan .  Hal tersebut harus segera diantisipasi karena akulturasi budaya  semakin kompleks ,dan berbaur satu dengan yang lainnya.  Oleh karenanya sangat dibutuhkan adanya pencitraan dengan dimilikinya  ikon “gastronomi heritage”.  Disertai dengan adanya inovasi dan kreativitas terhadap kuliner nusantara semakin maju dan berkembang.  Ini adalah upaya untuk menjawab tuntutan persaingan didunia kuliner di baik di Kota maupun dalam menarik wisatawan lokal maupun internasional .

Usulan dalam mengembangkan Kota Pusaka Gastronomi dalam memperhatikan panduan yang juga diakui oleh jaringan  Kota Gastronomy yang telah ditetapkan sebagian oleh UNESCO  yaitu :

  1. Melakukan inventori gastronomi yang memiliki filosofi dan sejarah  Kota Yogyakarta yang dipahami, dan diakui oleh masyarakat lokal kota Yogyakarta dan diminati masyarakat lokal, regional dan nasional dan internasional sebagai  industri yang mengalami kemajuan teknologi.
  2. Melakukan inventori mengenai perpaduan penggunaan peralatan tradisional dan modern dalam pengolahan makanan Indonesia.
  3. Seni penyajian makanan  Yogyakarta perlu berdasarkan standar food hygiene dan sanitation.
  4. Adanya standarisasi resep dan penghitungan nilai gizi makanan pusaka Kota  Yogyakarta.
  5. Berupaya pula melakukan pembangunan dapur individual Seni kuliner Yogyakarta upaya mendukung engembangan keterampilan juru masak makanan nya.
  6. Terdapatnya penyebaran komunitas gastronomi, dengan banyak restoran tradisional dan / atau koki yang memiliki keahlian yang spesifik.
  7. Terdapatnya pasar makanan tradisional dan industri makanan tradisional.
  8. Adanya tradisi sebagai tuan rumah festival gastronomi, penghargaan, kontes dan sarana luas yang memiliki target lain untuk mendapatkan pengakuan internasional.
  9. Adanya penghormatan terhadap lingkungan,  dan promosi produk lokal yang berkelanjutan.
  10. Terdapatnya pembinaan,  dan mengelola apresiasi publik, adanya promosi gizi di lembaga pendidikan dan dimasukkannya program konservasi keanekaragaman hayati dalam kurikulum sekolah memasak di Kota Yogyakarta.

Menyinggung tentang pertanyaannya adalah bagaimana posisi promosi pusaka gastronomi  di mancanegara.   Masyarakat kota Yogyakarta perlu menyadari apa yang sudah dilakukan oleh beberapa kota di Kota Popayan (Kolombia), Cheng Du (Cina), Ostersund (Swedia), Zahle (Lebanon), Jeonju (Korea) yang sudah berani memproklamirkan sebagai gastronomy city. Berdasarkan data di internet diperoleh data 10 masakan Negara yang terenak di dunia yaitu 1) Perancis, 2) Italia, 3) Cina, 4) India, 5)  Thai, 6) Meksiko, 7) Jepang, 8) Spanyol,  9)Yunani, 10) Libanon.   Patut diperhatikan kata-kata Alice Mei Brock, yaitu “Tomat dan oregano membuatnya Italia; anggur dan tarragon membuatnya Perancis; krim asam membuat Rusia; lemon dan kayu manis membuatnya Yunani; kecap membuatnya Cina.  Lalu bagaimana dengan Ikon pusaka gastronomi Kota Yogyakarta baik dari ikon makanan, rempah atau produk apa yang menjadikannya ikon gastronomi kota ini?  Apakah bunga turi (digunakan sebagai bahan baku pecel),  manggar (putik bunga kelapa), kue Banjar, atau kue Kipo?

Saya memberikan usulan bahwa untuk menjaga kelangsungan dan promosi pusaka gastronomi di Yogyakarta di Kota atau negara lain adalah :

–          Melakukan  pengembangan penggunaan bahan makanan Indonesia dengan negara lain (Fusion food concept).

–          Upaya promosi di luar negeri perlu didukung pula dengan  :

  1. Pembuatan data base jumlah restaurant Yogyakarta di seluruh dunia, melalui kerjasama kedutaan/konsulat/perwakilan tetap RI .
  2. Upaya road show Gala Dinner dan  Indonesian Food Promotion perlu dilakukan di 20 negara terkemuka di dunia.
  3. Melakukan upaya penerbitan buku unggulan Yogyakarta Gastronomy Heritage.
  4. Adanya pembuatan “Coffee Table Book” Kuliner Yogyakarta untuk panduan Jamuan kenegaraan, ataupun Gala Dinner.  Buku ini penting untuk memuat modifikasi penghidangan,  dan adaptasi waktu, serta penyajian dengan hidangan penyerta lainnya secara International (Breakfast, Lunch, Dinner, Coffee Break, Wine, dan lainnya).

Semog bermanfaat ….Salam Lestari!

Referensi

Leave a comment

Back to Top